My Official Forum | Members area : Register | Sign in

cbox

About

Rabu, 05 Oktober 2011

Kecil, Potensi Tsunami Letusan Anak Krakatau





Meski ribuan kali mengalami kegempaan, Gunung Anak Krakatau diperkirakan tidak sampai meletus besar.

"Periode atau waktu letusan pendek, sehingga tidak akan menghasilkan letusan yang eksplosif," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, Rabu 5 Oktober 2011.

Dia menjelaskan, hampir tiap tahun, Anak Krakatau meletus, karena masih proses tumbuh dan masih sangat muda. Material letusan dan endapan awan panas akan menambah tinggi gunung tersebut. "Letusan yang dihasilkan Anak Krakatau jauh lebih kecil dibandingkan letusan Krakatau 1883," kata dia.

Potensi yang lebih kecil ini juga bisa dilihat dari perbedaan besar tubuh gunung. "Gunung Krakatau saat itu tinggi sekitar 3.000 meter lebih dan tubuh gunung yang besar. Sedangkan Anak Krakatau saat ini tingginya 315 meter," kata dia.

Dengan sifat itu, Sutopo menambahkan, kecil kemungkinan memicu tsunami. "Apalagi tsunami sampai Jakarta, sangat sulit terjadi," tambah dia. Jangankan Jakarta, jarak gunung dengan pantai di Lampung dan Banten sekitar 40-50 kilometer. "Sehingga kecil kemungkinan terpengaruh oleh letusan gunung."

Meningkatnya aktivitas gunung Anak Krakatau menyebabkan statusnya dinaikkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) sejak 30 September 2011. Hingga saat ini, gempa vulkanik dangkal dan dalam masih di atas 5.200 kali kejadian per hari. "Umumnya, gunung api lain hanya sekitar 200 kejadian gempa vulkanik per hari ini. Ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik sangat intensif," kata Sutopo.

Saat ini, ditetapkan radius dua kilometer tidak boleh ada aktivitas penduduk. "Masyarakat diminta tetap tenang," tambah Sutopo.

0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management